Jumat, 16 Januari 2015

Perguruan Silat Nasional Perisai Putih



Sejarah Singkat Perguruan Silat Nasional Perisai Putih didirikan oleh Guru Besar R. Ahmad Boestami Barasoebrata beliau dilahirkan di Bangselok -Sumenep Madura tepatnya pada hari senin, 4 Desember 1939.Beliau adalah putra ke tiga dari sembilan bersaudara. Beliau mempelajari Ilmu Pencak Silat dari Kakeknya yang bernama Kyai Agus Salim atau dikenal dengan sebutan Ki Lamet selain itu beliau membelajari ilmu silat dengan para pendekar silat di seluruh wilayah Nusantara. Kemudian beliau melatih para pemuda dan kerabat terdekatnya beserta para simpatisan, yang akhirnya menjadikan murid - murid beliau semakin banyak jumlahnya. Maka tercetuslah ide oleh beliau untuk mendirikan sebuah perkumpulan Silat yang diberi nama YIUSIKA kepanjangan dari Yuiyitsu Silat Karate atau dikenal dengan Sekolah Beladiri Tanpa Senjata. berkat batuan Kapten Soeparman secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1967 yang berkedudukan di Surabaya. Pada Kongres IPSI ke IV tahun 1973 YIUSIKA di daftarkan sebagai anggota IPSI namun ditolak dengan alasan tidak termasuk beladiri asli bangsa Indonesia karena nama yang digunakan nama beladiri asing, berkat bantuan bapak William Maramis dengan Idenya menambahkan nama Perisai Putih . (YIUSIKA Perisai Putih). Akhirnya oleh IPSI ditetapkan secara resmi sebagai 10 Perguruan Historis melalui keputusan kongses IPSI ke IV pada tahun 1973. Lambang Perguruan dibuat oleh murid beliu yang bernama FX. Siswadi.
Pada Mukernas pertama di Surabaya terdapat Perubahan Lambang perguruan yang bertuliskan Beladiri IPSI Perisai Putih menjadi Perguruan Silat Nasional Perisai Putih yang dikenal dengan nama PSN Perisai Putih pada tanggal 10 Oktober 1987. Tidak lama kemudian beliau wafat pada tanggal 27 Desember 1987 dalam usia 48 tahun dan dimakamkan dikota Surabaya. ~ 0 ~
Dalam mempelajari ilmu pencak silat para pesilat harus memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tiada kekuatan yang luar biasa yang lebih tinggi dari pada kekuatan Allah.
DKI Jakarta Perkembangan PSN Perisai Putih di DKI Jakarta pada tahun 1971 tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1971, seorang Pendekar Silat dari Surabaya bernama S.Himantoro dibantu oleh Joni Heru Riono mendirikan tempat latihan diwilayah Jakarta Utara dibawah pimpinan Drs. Soetedjo, kemudian beliau mengembangkan kewilayah Jakarta Timur mendirikan tempat latihan di Mess Statistik dibawah pimpinan Daeng Husin Umar.
Dilanjutkan pengembangan tempat latihan kewilayah Jakarta Selatan dibawah pimpinan Soediono yang selanjutnya mengembangkan perguruan kewilayah Jakarta Pusat dengan dibantu oleh Drs. Hadi Mahmud, kemudian organisasi dibawah pimpinan Hadi Prayitno.
Untuk Wilayah Jakarta Barat pengembangan PSN Perisai Putih didirikan tempat latihan di Jelambar dibawah pimpinan Maxi .Dengan ketekunan beliau mendidik kader - kader pelatih dari tiap - tiap wilayah latihan. Beliau Wafat karena sakit.
Selanjutnya Perkembangan Perguruan dilanjutkan murid - murid beliau yang tergabung dalam wadah Dewan Pendekar Daerah.

BAB I
SEJARAH  DAN GARIS BESAR ILMU SILAT
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH




1. PENDAHULUAN

Perguruan Silat Nasional Perisai Putih Merupakan salah satu perguruan silat yang ditetapkan oleh IPSI dalam “10 Perguruan Historis” ( semua berjumlah 10 perguruan silat ) melalui konggres IV IPSI di Jakarta 1973.
Perguruan Historis / Khusus :
1.Perisai Putih       (Surabaya)             6. Tapak Suci         (Yogyakarta)                
2.Perisai  Diri        (Surabaya)             7.Phasaja Mataram (Yogyakarta)
3.Setia Hati            (Jakarta)                8.Perpi Harimurti   (Yogyakarta)
4.Setia Hati Terate (Madiun)              9.Putra Betawi         (Jakarta)
5.Nusantara            (Jakarta)             10.PPSI                     (Bandung)


2. SEJARAH BERDIRINYA PSN PERISAI PUTIH

Perisai Putih sebagai suatu perguruan silat telah didirikan di kota Surabaya., oleh Guru besarnya bernama R. Achmad Boestami Barasoebrata. Beliau dilahirkan di Bangselok, Sumenep Madura, Jawa Timur pada hari Senin, tanggal 04 Desember 1939. Beliau adalah putra ke tiga dari sembilan bersaudara dan  beliau telah meninggal dunia pada tanggal 27 Desember 1987 dalam usia 48 tahun di kota Surabaya karena sakit.

Awalnya Guru Besar pertama kali membentuk perkumpulan silat yang diberi nama “YIU SI KA PERISAI PUTIH” atau “Sekolah Bela Diri Tanpa Senjata YIU SI KA PERISAI PUTIH”.
Walaupun terdengar seperti bahasa asing, namun sebenarnya inti pelajarannya adalah pelajaran murni Pencak Silat yang asli budaya bangsa. Ajaran pencak silat ini warisan dari kakek beliau yang bernama Kyai Agus Salim atau Ki Lamet dan ditambah oleh beberapa guru silat Beliau.
Tempat latihan pertama dimulai dari Asem Jajar yakni di Balai Asem Jajar, berkat bantuan Kapten Soeparman dan secara resmi berdiri pada tanggal 01 Januari 1967.

Selain guru besar, PSN Perisai Putih juga telah memiliki pendekar-pendekar, para pelatih dan banyak anggota ( siswa ) pesilat dalam berbagai tingkatan termasuk juga para pesilat berprestasi serta para simpatisan dan sejumlah anggota kehormatan.

Lambang PSN Perisai Putih dibuat oleh siswa beliau yang bernama FX. Siswadi.
Pada mukernas pertama di Surabaya pada tahun 1987 terjadi perubahan pada lambang dari semula bertulisan “Bela Diri IPSI Perisai Putih” menjadi “Perguruan Silat Nasional Perisai Putih” atau yang dikenal dengan nama “PSN Perisai Putih”.
Lambang yang dibuat berbentuk Segi lima yang mengandung azas Pancasila dengan warna kuning dan bergaris tepi hitam yang didalamnya terdapat dua orang yang sedang bertempur, warna hitam didalam segi delapn warna dasar putih yang bergaris tepi hitam, dimana setiap gambarnya mempunyai arti khusus Yaitu :
                                              





1.      Segi Delapan yakni PSN  Perisai Putih mengembangkan ajaran silatnya kepenjuru mata angin.
2.      Dasar Putih adalah kesucian hati dalam membela kebenaran tanpa pamrih.
3.      Gambar Dua Orang Bertempur adalah kebenaran anggota PSN Perisai Putih harus berani dan siap bertempur dengan semboyan bahwa “Ketahanan merupakan sumber kedamaian” yang dalam pepatah Yunani berbunyi “SIVIS PACOM PARA BELLEUM”
4.      Warna Hitam dari dua orang bertempur tersebut adalah didalam ilmu silat Perisai Putih yang mengajarkan ajaran pencak silat terdapat banyak rahasia yang belum terungkap dalam kehidupan manusia.
5.      Diatas gambar persegi delapan bertuliskan Perguruan Silat Nasional dan Perisai Putih bentuk busur dibawah dengan warna merah berarti membela kebenaran dan keadilan.
6.      Warna Hitam pada segi lima melambangkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai sumber budaya bangsa dalam menggali ilmu Silat Nasional Perisai Putih















SUMPAH
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH


SAYA BERSUMPAH

1.      Bahwa saya senantiasa bersikap kesatria yang setia kepada Pancasila dan Undang – unadang Dasar 1945
2.      Bahawa saya senantiasa bersifat  kesatria yang setia kepada, Guru dan Orang Tua.
3.      Bahwa saya senantiasa berjiwa kesatria yang perkasa, perendah hati dan tidak takabur
4.      Bahwa saya senantiasa menjujung tinggi martabat dan kehormatan Perguruan Silat Nasional Perisai Putih.
5.      Bahwa saya senantiasa setia dan menepati janji serta membela Perguruan

MOTTO
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH
 “PADI SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK”

( Seperti Padi berisi, manusia apabila dibekali ilmu yang banyak janganlah takabur dan sombong tebarkan benih kebijaksanaan, bersikap dan bersifatlah kesatria karena disitulah terdapat manfaat untuk semua umat manusia, jangan seperti padi merunduk karena hanya dihinggapi hama )

SENDI
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH
“KEKELUARGAAN DAN PERSAUDARAAN”

SEMBOYAN
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH
“KETAHANAN MERUPAKAN SUMBER KEDAMAIAN”
“SIVIS PACOM PARA BELLEUM”
Kadang – kadang manusia terpaksa berkelahi,
Maka bila ingin hidup damai
Bersiaplah untuk bertempur/berperang
( Manusia memang kadang harus berkelahi, namun mengapa harus bersiap untuk bertempur/berperang jika ingin hidup damai? Bila manusia tidak bertempur/berperang, bukankah dengan sendirinya ia akan hidup damai dengan sesamanya? Demikian pula sebaliknya )
*





Meskipun guru besar Perisai Putih telah tiada, namun tatanan keilmuan Perisai Putih tidak berarti hilang begitu saja. Hal ini dikarenakan semua khasanah keilmuannya ( secara garis besar ) telah dicanangkan oleh guru besar Perisai Putih sebelum beliau meninggal dunia yang terdapat di dalam Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ) PSN Perisai Putih, serta adanya para kader berikutnya ( Pendekar Pelatih ). Khasanah keilmuan yang telah disusun secara skematis oleh beliau merupakan acuan ( referensi ) utama bagi seluruh anggota persilatan PSN Perisai Putih ( Khususnya bagi para pendekar & pelatih ) dalam rangka pendistribusian kepada para siswa serta untuk pengembangan ilmu silat “Perisai Putih” lebih luas dan dalam.
Pada dasarnya ilmu silat Perisai Putih terdiri dari atas 4 ( empat ) lingkup besar, yaitu :

·         Ilmu silat tangan kosong
·         Ilmu penguasaan senjata beladiri
·         Ilmu pernapasan
·         Mengenal kekuatan diluar jasmani


v    Ilmu silat tangan kosong, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Sistim permainan atas
ü  Sistim permainan bawah
ü  Sistim lengket

v    Ilmu penguasaan senjata beladiri, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Penggunaan alat untuk membela diri
ü  merampas senjata

v    Ilmu pernafasan, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Pengolahan pernafasan untuk kesehatan
ü  Pengolahan pernafasan untuk pengobatan
ü  Pengolahan pernafasan untuk keperluan tertentu

v    Mengenai ilmu “Mengenal Kekuatan Diluar Jasmani” adalah merupakan ilmu kerohanian mental-spritual ( non fisik, berdasarkan pada keyakina / kepercayaan ) yang sasarannya untuk memberikan perkenalan adanya kekuatan lain ( Ghaib ) yang sering menyertai dalam berbagai pertarungan ( silat ) atau Magic yang tidak bisa diatasi hanya dengan kekuatan fisik / rasional

Adapun tentang pendistribusiannya sangat tergantung pada 2 ( dua ) hal yaitu :
1.      Hubungan subyektif ( antara guru / pelatih dengan muridnya )
2.      Dan factor keyakinan / kepercayaan pesilat yang bersangkutan


Oleh karena itu dalam hal belajar-mengajar untuk ilmu ini tidak terjadi adanya pemaksaan permintaan maupun pemberiannya, tetapi yang wajib adalah mengenal / dikenalkan tentang adanya kekuatan-kekuatan diluar kemampuan fisik (tidak rasionil ).
Untuk hal tersebut diatas akan dijabarkan pada bab tersendiri dalam “Khasanah Ilmu Silat PSN Perisai Putih”

MASUKNYA PSN PERISAI PUTIH KE JAKARTA

Pada tahun 70-an PSN Perisai Putih yang berpusat di Surabaya menyebar dan berkembang pesat hingga ke wilayah-wilayah lainnya di Jawa maupun luar Jawa hingga  masuk ke Jakarta.
Di Jakarta sendiri pertama kali didirikan oleh siswa Guru Besar R. Achmad Boestami Barasoebrata yang bernama S. Himantoro dan dibantu oleh Joni Heru Riono ( Simpatisan ), yaitu tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1971. Tempat latihan pertama di Jakarta adalah di KOMSEKTO 722 Penjaringan, Jakarta Utara Pimpinan AKBP Drs. Soetedjo, yang kemudian menyebar dan berkembang pula hingga keseluruh wilayah DKI Jakarta.
Di DKI Jakarta tercipta pula suatu rangkaian gerak hasil karya para pendekar-pendekar DKI Jakarta yaitu “Gerakan Dasar” dan “ Senam Dasar”.
Gerakan Dasar terdiri dari 12 ( Dua Belas ) rangkaian gerakan dasar yang hitungannya tidak tertentu ( satu rangkaian ada yang terdiri dari 2 ( Dua ) hitungan gerakan dasar bahkan lebih). Gerakan Dasar itu sudah tidak dilatih kembali dan tidak gunakan / dipakai sekitar tahun 90-an.
Untuk Senam Dasar terdiri dari 15 ( Lima Belas )  rangkaian gerak yang hitungan setiap Senam Dasarnya 4 ( Empat ) hitungan, baik kanan dan maupun kiri,  yang sampai saat ini masih dipakai sebagai dasar gerakan ilmu PSN Perisai Putih.
Banyak sekali tantangan dan pasang surut yang terjadi di DKI Jakarta, hingga perkembangannya sampai sekarang ini.
PSN Perisai Putih DKI Jakarta merupakan Perguruan Besar IPSI DKI yang selalu diperhitungkan dalam segala aspek oleh Perguruan-perguruan Silat yang ada, baik aspek Olahraga   ( Pertandingan ), Seni, Beladiri maupun Aspek Mental Spritualnya dan banyak sekali siswa-siswa PSN Perisai Putih DKI Jakarta yang berprestasi dalam aspek-aspek tersebut hingga sekarang. 

Pengurus Provinsi DKI Jakarta
1.KodratMaliki (Kol.Sus. NRP.516366)
2.H. Iskandar ,S.Pd, MPd

Dewan Pendekar DKI Jakarta
 1. Drs.Icu Zukafril, MM, MSi ( Ketua Dewan Pendekar )
2. Drs.Denny Herawan ( Wakil Ketua Dewan Pendekar )
3. Sudirman Yan, ST ( Sekretaris Dewan Pendekar )

Sekretariat DKI Jakart
Sekretariat :GOR POPKI  Jl. Jambore Raya No 1Cibubur Jakarta Timur Telp 081316532160 iskandar.aqilah74@gmail.com

Pusat perguruan
Organisasi di Jakarta
Keilmuan   di Surabaya

Selasa, 17 September 2013

Puasa, PSN Perisai Putih Tetap Latihan

Invalid Domain Name
Logo
blackberry

Home 
Olahraga - Lain-lain
10 Juli 2013 | 07:04 wib

Puasa, PSN Perisai Putih Tetap Latihan

image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih selama bulan suci Ramadan tetap akan menjalankan latihan. Latihan tersebut penting dilakukan guna tetap bisa mengikuti invitasi di berbagai kejuaraan.
"Latihan harus tetap berjalan, jangan sampai kendor. Latihan dilakukan sebelum maghrib. Karena kalau sesudah magrib kan ada shalat taraweh. Itu sudah biasa kami lakukan," kata Ketua Umum Pengurus Pusat PSN Perisai Putih Dr. H. Icu Zulkafril, Rabu (10/7).
Icu mengatakan, sesibuk apapun latihan harus tetap dilakukan. Dirinya juga berusaha meluangkan waktu untuk bisa bertemu dengan para pelatih pada pekan ketiga dan dengan para asisten pelatih pada pekan ke empat setiap bulan.
Dengan latihan yang konsisten dan kontinyu, ujar pemegang ban hitam sejak 1978 ini, maka akan bisa mengejar prestasi di tingkat nasional maupun internasional guna mengharumkan nama merah putih. Menurut dia, Perisai Putih sudah sering mengirimkan atletnya dalam kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk itu, ia akan keliling daerah untuk memberi motivasi kepada para pesilat dan juga pelatih. Hanya dengan perhatian dan pemberian kesempatan untuk tampil di ajang bergensi yang akan mengangkat beladiri ini.
Dikatakan, beladiri silat yang akarnya di Indonesia sudah membawa nama harum bangsa di ajang internasional. Namun pembinaan di dalam negeri masih perlu ditingkatkan. "Kami harus siap mencari dana sendiri untuk menghidupkan olah raga ini," katanya.

Jambore Pencak Silat 2005 di Cibubur

Bumi perkemahan Cibubur 29 – 31 Juli 2005, diramaikan dengan adanya kegiatan festival pencak silat yang baru pertama kali diadakan di peringkat nasional. Kegiatan ini menyerupai kegiatan jamboree pada umumnya, namun untuk kali ini kegiatan jamboree berupa aktivitas pagelaran pencak silat tradisional.
Malam pembukaan berlangsung dengan meriah bermula dari pintu gerbang bumi perkemahan Cibubur sampai disekiling lokasi perkemahan dan gelanggang, disepanjang jalan penuh terpancang dengan umbul-umbul bergambarkan pesilat dengan bersikap pasang dan dibawahnya tertera tulisan disponsori oleh Panasonic. Untuk meramaikan juga di beberapa tempat dibuka stand-stand menjual kelengkapan kepelatihan pencak silat dan souvenir, pijit akupuntur, pengobatan aternatif, kedai makanan dan baju baju
Di gelanggang A di mana tempat malam pembukaan berlangsung, ditampilkan 14 perguruan pencak silat yang terpilih dengan membawakan jurus-jurus bebas perguruannya dengan iringan musik tradisional. Penampilan jurus-jurus perguruan menunjukkan keaneka-ragaman jurus pencak silat yang kita miliki dari setiap daerah. Tidak ketinggalan pesilat senior putri tahun delapan puluhan yang pernah menyandang gelar peringkat dunia tunggal putri bebas Ibu Karyani dan tim nasional pasangan ganda putri bebas, Ibu Gandina Koesoemah dan Ibu Ayunda Nunnun Sugiharti meskipun sudah tidak berlatih berpuluh tahun karena tugas sebagai ibu rumah tangga. Namun tetap dapat bersilat mengagumkan dengan penghayatan gerak dan fleksibelitas tinggi. Bapak Zakaria pendiri perguruan Mustika Kwitang, dalam usianya yang usur dapat tampil dengan sempurna, mengeluarkan seluruh tenaganya dari setiap gerakan diriingi dengan kecepatan dan tenaga ledak yang tinggi. Malam pembukaan itu banyak lagi pendekar yang turut meyumbangkan kebolehannya.
Sangat mengejutkan Jamboree Pencak Silat 2005 dibuka langsung oleh Presiden Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang biasanya jarang muncul pada kegiatan resmi PB.IPSI, meskipun namanya sudah tertera dalam undangan agenda kegiatan.
Malam acara ini memang merupakan kegiatan yang istimewa untuk segenap anggota perguruan pencak silat untuk dapat bertatap muka langsung dengan pejabat teras PB. IPSI. Banyak tamu-tamu yang datang seperti Ibu Pendekar Senior Rukmini Sekarningrat, Presiden PERSILAT Bapak Eddie M Nalapraya, Bapak Rachmad Gobel dan tetamu luar negeri yang datang dari jauh untuk mengamati pelaksanaan festival yang luar biasa ini, yaitu: Presiden Pencak Silat Inggris, Bapak Aidinal Al Rasjid, Presiden Pencak Silat Belanda, Bapak George L.Fredriksz, Wakil Presiden Pencak Silat Russia Bapak Denis Turishchev, , Sekretaris Pencak Silat Thailand, Bapak Kaseem Benchawong, Presiden Pencak Silat Australia Barat, Bapak David Janning dan tetamu asing lainnya.
Agenda festival dilangsungkan keesokan harinya dengan kategori yang dilombakan adalah “tunggal bebas”, “berpasangan” dan “berkelompok” umur:
Pra remaja 10 – 14 tahun
Dewasa 20 – 40 tahun
Sesepuh 50 ke-atas
Dalam peragaan diperkenankan mempergunakan senjata, kostum dan musik tradisional dengan bebas. Total kegiatan ini diperkirakan dihadiri oleh 1400 peserta wakil dari 21 propinsi dan 22 perguruan besar yang seluruhnya bermukim di bumi perkemahan Cibubur dengan memenuhi tenda-tenda mengitari dua gelanggang yang cukup besar. Gelanggang yang tersedia berukuran 20x20x1meter, memungkinkan agar setiap pesilat peraga bebas dan leluasa untuk berlaga.
Perlombaan diadakan secara serentak di gelanggang A dan B yang berjarak diantaranya lebih kurang 100 meter. Jamboree Pencak Silat 2005 berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Kontingen yang turut serta terdiri dari 38 perwakilan diantaranya:
Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Nangru A
ceh, Sumatra Barat, Riau, DI.Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bangka Belitung , Sumatra Selatan , Bali , Gorontalo , Jawa Timur , Lampung , Kalimantan Barat , DKI. Jakarta , Jambi , Himsi Kepri , Kepulauan Riau dan Banten.
Perwakilan dari Perguruan yang turut serta adalah:
PS. Perisai Putih ,PS. Pager Kencana ,  PS. Budi Suci , PS. Harimurti , PS. Satria Muda Indonesia , Pencak Organisasi , PS. Bakti Negara, PS. Putra Betawi, PS. Joko Tole, KPS. Nusantara, PS. Panglipur, PS. Pagar Nusa, PS. Perisai Diri, PS. Tenaga Dasar, PS. Tapak Suci, PS. Pamur , PS. Mutiara Panca Rasa, Persaudaraan Setia Hati Teratai, Persinas Asad.
Pelaksanaan memang tidak mudah. Salah satu contoh, setiap daerah hanya membawa perangkat musik traditional satu set, padahal nayaga harus mengiringi timnya, berlomba di gelanggang yang berbeda. Boleh dibayangkan begitu sulitnya nayaga harus mondar mandir membawa semua perangkat musiknya untuk mengiringi timnya dari semua katagori yang diperlombakan dari satu gelanggang ke gelanggang yang lain. Cuaca hujan dan berapa tenda yang sudah tua dan bocor, juga mempersulit peserta untuk dapat tidur nyenyak.
Namun secara keseluruhan acara tetap berjalan degan lancar dan sukses. Yang lebih penting lagi, Jamboree Pencak Silat 2005 ini dapat memenui kebutuhan yang ada di dunia pencak silat saat ini. Perlu diketahui bahwa sejak pencak silat dipertandingkan sebagai olah raga pada tahun 1973 jumlah perguruan pencak silat, yang aktif mengikuti pertandingan sekitar 70 perguruan saja. Apalagi jumlah dan pesertanya semakin hari semakin menurun. Padahal ada banyak perguruan pencak silat yang tidak mau mengikuti pertandingan pencak silat olahraga oleh karena perbendaharaan yang dimiliki hanya diperuntukkan untuk seni beladiri.
Ajang ini merupakan tempat di mana mereka dapat mempertunjukkan kebolehan yang masih terpendam dengan kebebasan untuk memainkan pencak silat dengan tradisi dan iringan musik daerahnya. Tujuan lainnya begitu pentingnya untuk saling mengenal dan bersilaturahmi.
Menurut Bapak H. Hisbullah Rachman selaku penanggung jawab acara Jamboree Pencak Silat 2005, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali perguruan-perguruan pencak silat yang mulai enggan mengadakan kepelatihan pencak silat tradisional. PB. IPSI mau mendapatkan masukan dalam hal menunjuk wakilnya untuk mengikuti kegiatan promosi pencak silat mendunia yang sering diadakan diluar negeri. Mengingat pengalaman yang sudah sudah, setiap pengiriman tim Indonesia keluar negeri untuk promosi tergantung pada beberapa perguruan saja.
Kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali, jika memungkinkan akan menambah kategori umur yang diperlombakan seperti: Peringkat :Anak 8 – 10 tahun . Pra remaja 10 – 14 tahun . Remaja 14 – 20 tahun. Dewasa 20 – 40 tahun. Pembina 40 – 60 tahun
Sesepuh 60 tahun keatas.
Malam penutupan Jamboree Pencak Silat 2005 ini nampak semakin meriah dengan banyak hadirnya pesilat pesilat dari berbagai perguruan yang datang dari Jakarta, Bogor , Depok, Bekasi dan Tangerang. Tetamu VIP yang datang dari berbagai Negara anggota PERSILAT juga bertambah termasuk: Presiden Pencak Silat Thailand Bapak Wanmohammadnoor Matha berserta stafnya, Presiden Pencak Silat Japan Ibu Yumi Kondo, Presiden Pencak Silat Malaysia Bapak H.Megat, Presiden Pencak Silat Singapore Bapak Abdullah Shafie Mohammad Sidik, Presiden Pencak Silat Myanmar Bapak U Mya Thein, dan Presiden Pencak Silat Spanyol Bapak Juan I Barrenechea beserta istri.
Penutupan dilakukan oleh Bapak Rachmat Gobel selaku Wakil-Presiden IPSI dan selaku sponsor tunggal Panasonic. Beliau sangat bergembira melihat kegiatan seperti ini, meskipun sulit toh ahirnya terlaksana juga, kegiatan ini sangat penting untuk melestarikan dan mempromosikan pencak silat secara menyeluruh. Beliau berjanji akan melangsungkan kegiatan serupa dengan lebih baik lagi.Dengan mengucapkan basmallah kegiatan malam ini ditutup. Acara berikutnya dilangsungkan pembagian doorprice dari berbagai produk dari Panasonic ke seluruh tim dan pemenang. Pada akhirnya Jamboree Pencak Silat 2005 ditutup dengan pesta api unggun bersama. Semoga di masa mendatang lebih banyak lagi kalangan masyarakat umum yang dapat menikmati festival yang berskala besar ini.
Hasil penampilan peserta terbaik:
PSN. Perisai Putih Jakarta berhasil 5 katagori berpenampilan terbaik dalam kreteria: Perguruan praremaja putri. Berkelompok. Perguruan dewasa putri dan putra.Berpasangan dewasa putra.
PS.Putra Betawi yang diwakili oleh PS.Pusaka Jakarta, PS.Tiga Berantai, PS.Mustikan Kwitang dan PS.Mutiara Panca Rasa mendapat penghargaan berpenampilan terbaik dalam kreteria perguruan dewasa putri.
PS. Joko Tole yang berasal dari Madura mendapat 2 penghargaan berpenampilan terbaik untuk kreteria perguruan dewasa putra dan dewasa putri terbaik.
KPS.Nusantara yang diwakili oleh cabang Bekasi berpenampilan terbaik untuk kreteria perguruan dewasa putra.
PS. Panglipur yang diwakili dari cabang Garut dan Bandung berhasil 9 katagori berpenampilan terbaik yaitu: dalam kreteria pergururuan pra remaja putra. berpasangan praremaja putri dan putra. berkelompok, perguruan dewasa putri dan putra.berpasangan dewasa putri. perguruan sesepuh putra. berpasangan sesepuh.
PS. Pagar Nusa yang diwakili dari Jawa Timur, berpenampilan kreteria perguruan terbaik untuk sesepuh putra.
PS.Tapak Suci yang diwakili dari cabang Yogyakarta berpenampilan terbaik untuk berpasangan dewasa putri.
PS. Pamur yang diwakili oleh Pamur Jakarta dan Madura berhasil memenangkan 5 berpenampilan terbaik dalam kreteria: Perguruan pra remaja putri dan putra. Berkelompok. Berpasangan dewasa putri dan putra.
Persaudaraan Setia Hati Teratai Jakarta berpenampilan terbaik dalam kreteria perguruan dewasa putri. Berpasangan dewasa putra.
Persinas Asad Jakarta berpenampilan terbaik dalam krateria Perguruan sesepuh putra.
PS. Pager Kencana Bandung berhasil mengumpulkan 3 katagori berpenampilan terbaik dalam kreteria Perguruan praremaja putra. Perguruan dewasa putri.Berpasangan dewasa putri.
PS. Satria Muda Indonesia berhasil 3 katagori berpenampilan terbaik dalam kreteria: Berpasangan praremaja putri dan putra. Berpasangan sesepuh.
Propensi Riau berhasil berpenampilan terbaik untuk kreteria perguruan dewasa putra.
DI Yogyakarta berhasil berpenampilan terbaik dalam kreteria perguruan praremaja putra.

Jurus Tunggal IPSI PSN PERISAI PUTIH

Jurus Tunggal IPSI PSN PERISAI PUTIH O2SN SMA 2013

PSN PerisaiPutih Festival Pencak Silat Nasional PB IPSI

Pekan apresiasi pencak silat PSN Perisai Putih,Nov 2012

animasi seni tunggal IPSI

Tutorial of Pencak Silat ( Full Jurus tunggal)

Halal bi Halal PSN Perisai Putih se-Jabodetabek, dan Jabar

Halal bi Halal PSN Perisai Putih se-Jabodetabek, dan Jabar tanggal 15 September 2013 di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur Jakarta yang dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PSN Perisai Putih Dr.H.Icu Zukafril,M.P,M.Si, Pendekar/Pelatih, Siswa/i, orang tua, Guru Pembina Pencak Silat disekolah dan Kepala-sekolah tempat Koorlat PSN Perisai Putih se-Jabodetabek, dan Jabar


Rabu, 28 Agustus 2013

Konsolidasi Pelatih PSN Perisai Putih DKI Jakarta dihadiri PENGPROV IPSI DKI Jakarta

Konsolidasi Pelatih PSN Perisai Putih DKI Jakarta 
dihadiri PENGPROV IPSI DKI Jakarta 25 Agustus 2013
di Padepokan Pencak Silat Jalan Taman Mini Jakarta

AD & ART PSN PerisaiPutih tahun 2000

AD & ART PSN PerisaiPutih tahun 2000































Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PSN Perisai Putih 1992